Alessandro Nesta (Lazio-AC Milan, 2002) Di masa jayanya, Nesta sering disebut-sebut sebagai salah satu bek terbaik dunia. Mantan kapten Lazio ini juga kerap diperbandingkan dengan Francesco Totti, il capitano AS Roma, yang notabene rival sekota Lazio, karena sama-sama dibesarkan akademi klub dan menjadi kapten di usia muda.
Thierry Henry (Arsenal-Barcelona, 2007)
Sempat mandul dalam delapan pertandingan pertamanya bersama Arsenal, Henry melesat hingga akhirnya berhasil menjadi pencetak gol terbanyak The Gunners sepanjang masa dengan total 226 gol dalam delapan tahun kariernya bersama klub London Utara tersebut. Pemain asal Prancis ini juga sempat menjadi kapten Arsenal selama dua musim sebelum hijrah ke Barcelona pada tahun 2007.
“Karena senioritas saya, ditambah fakta bahwa saya adalah kapten dan kebiasaan saya meminta bola, terkadang mereka [rekan-rekan setim di Arsenal] tetap memberi bola walaupun saya sedang tidak dalam posisi bagus. Karena itu saya rasa adalah hal yang baik bagi tim jika saya pindah,” ujar Henry menjelaskan alasan kepindahannya waktu itu.
Ronaldinho (Barcelona-AC Milan, 2008)
Dinho mengawali sepak terjangnya di Eropa bersama klub Ligue 1 Prancis, Paris St. Germain, tapi saat membela Barcelona-lah namanya benar-benar melejit. Pemain Terbaik Dunia FIFA 2004 dan 2005 ini sudah menjadi nyawa Blaugrana ketika Lionel Messi baru mengorbit. Di era Frank Rijkaard, Ronaldinho sukses mengantar Barca meraih dua gelar La Liga, satu Liga Champions, dan dua Piala Super Spanyol. Sayang, kedatangan pelatih anyar Pep Guardiola dibarengi pernyataan sang entrenador bahwa Dinho tidak termasuk ke dalam rencana masa depannya. Pemain kelahiran 21 Maret 1980 itu pun pindah ke Milan untuk menyelamatkan kariernya.
Luis Figo (Barcelona-Real Madrid, 2000)
Satu dari sedikit pemain Barcelona yang berani menyeberang langsung ke Real Madrid. Figo rela dicap pengkhianat oleh publik Catalan yang sempat begitu mengidolakannya dengan menerima ajakan sang musuh abadi. Pemilik caps terbanyak di timnas Portugal ini dibeli Madrid dengan harga €45 juta yang sekaligus menjadikannya pemain termahal dunia ketika itu dan mengawali era Los Galacticos bentukan Florentino Perez di Santiago Bernabeu. Saking sakit hatinya pendukung Los Cules, Figo pernah dilempari kepala babi kala menyambangi Camp Nou bersama Madrid pada 2002.
Fernando Torres (Atletico Madrid-Liverpool, 2007, dan Liverpool-Chelsea, 2011)
Dalam skuad The Reds, Torres langsung membentuk kerja sama apik dengan kapten Steven Gerrard, dan legenda Calderon itu dengan cepat menjadi pujaan publik Anfield. Sayang, pada akhirnya Torres melukai Liverpudlians karena menerima pinangan Chelski sebesar £50 juta menjelang ditutupnya winter transfer window tahun ini.
David Beckham (Manchester United-Real Madrid, 2003)
Sulit dipungkiri bahwa Beckham adalah salah satu aktor penting dalam raihan treble winners Manchester United pada musim 1998/99. Selain tendangan bebas khasnya, tentu publik tak akan melupakan dua sepak pojok Becks yang mengawali gol-gol Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solksjaer ke gawang Bayern Muenchen di final Liga Champions 1999.
David Villa (Valencia-Barcelona, 2010)
Kaka (AC Milan-Real Madrid, 2009)
Pada musim perdananya memakai jersey merah-hitam setelah digaet dari Sao Paulo, Kaka langsung mematenkan satu tempat di starting XI dan berperan mengantar Milan merebut
scudetto 2003/04. Penampilan ciamik pada stagione tersebut juga membuatnya dianugerahi gelar Pemain Terbaik Serie A. Gagal menjuarai Liga Champions 2005 karena I Diavolo takluk dari Liverpool via adu penalti, dua tahun kemudian Kaka ‘sendirian’ membawa Milan menggondol La Orejona alias Si Kuping Besar untuk kali ketujuh sepanjang sejarah. Rossoneri menuntaskan dendam terhadap Pool dengan kemenangan 2-1 di partai puncak.
Pria bernama lengkap Ricardo Izecson dos Santos Leite itu semakin dicintai Milanisti setelah menolak tawaran bombastis £100 juta dari Manchester City pada Januari 2009. “Saya ingin sampai tua di Milan dan bermimpi menjadi kapten klub,” kata sang playmaker ketika itu.
Akan tetapi, tak lama setelah itu Kaka meralat ucapannya dan mengatakan dirinya mungkin pergi jika Milan memang ingin menjualnya. Hal itu menjadi kenyataan setengah tahun berselang. Kubu San Siro ogah melepas kibasan fulus sebesar €68,5 juta dari Real Madrid sehingga rela membiarkan Pemain Terbaik Dunia 2007 itu hijrah ke La Liga.Cristiano Ronaldo (Manchester United-Real Madrid, 2009)
Ronaldo menjadi pemain Portugal pertama yang merumput untuk Manchester United tatkala direkrut dari Sporting Lisbon pada musim panas 2003. Pemain yang saat itu masih berusia 18 tahun tersebut diberi nomor punggung tujuh warisan David Beckham oleh Sir Alex Ferguson walaupun Ronaldo sebenarnya meminta nomor 28, angka yang dipakainya di Sporting.
Pada Juni 2009, United menerima tawaran ₤80 juta dari Real Madrid untuk Ronaldo setelah sang pemain mengisyaratkan keinginannya untuk bergabung dengan raksasa Spanyol itu. Angka tersebut masih menjadi rekor transfer termahal dunia hingga saat ini.
Raul Gonzalez (Real Madrid-Schalke 04, 2010)
Sempat dibina oleh akademi Atletico Madrid selama dua tahun (1990-1992), Raul pindah ke tim taruna Real Madrid setelah Jesus Gil, presiden Atletico saat itu, menutup akademi Los Rojiblancos karena ingin menghemat pengeluaran klub. Ironisnya, Raul justru mencetak gol debut untuk tim senior Madrid ke gawang Atletico pada 5 November 1994. Pertandingan tersebut adalah kali kedua ia merumput bersama Si Putih setelah diberi kepercayaan untuk pertama kalinya oleh Jorge Valdano, yang ketika itu menjadi pelatih, sepekan sebelumnya.
Raul mulai rutin menjadi starter di Madrid sejak musim 1995/96, kala dirinya melesakkan 19 gol dari 40 partai La Liga, dan mewarisi ban kapten dari Fernando Hierro pada 2003. Enam gelar La Liga, empat Piala Super Spanyol, tiga trofi Liga Champions, dua Piala Interkontinental, dan satu titel Piala Super Eropa menjadi sumbangan sang delantero ke dalam lemari piala di Santiago Bernabeu, plus segudang rekor pribadi yang dicatatnya dengan Los Merengues.
Kendati demikian, hal tersebut tak mampu menahan kepergian pemain yang sekarang berumur 33 tahun itu ke Schalke 04 pada awal musim ini. Jose Mourinho, entrenador yang mendarat di Madrid musim panas silam, ingin Raul bertahan, tapi keengganan menjadi striker cadangan membulatkan tekad Sang Pangeran Bernabeu untuk meninggalkan istananya.
goal.com